yang berdiri memandangmu di balik gerimis

“keindahanmu yang bercahaya,
katakanlah bagaimana gerimis menyakiti
kerudung sucimu di Jum’at malam?”

jalan-jalan berteriak
malam menyemburkan kata-kata
“aku khawatir,” bisikku menimpali malam.

kebisuanku meresah. berkobar
bak angin taufan. mencoba
halau titik-titik air ke lain arah.

ada do’a:
“semoga perjalanan (menjadi) indah
tak tersaruk-saruk.”

“keindahanmu yang bercahaya,
katakanlah bagaimana rasa hatimu
setelah kerudungmu puas digoda gerimis di Jum’at malam?”

keindahanmu yang bercahaya
aku dan malam
satu harap
kau tak benci gerimis

2 comments:

Post a Comment