Sheikh Muslihuddin Sa’di bertutur:

Aku tidak mampu mengucapkan terima kasih kepada Sahabatku Karena aku tidak tahu kata pujian yang pantas untuk-Nya Setiap rambut di tubuhku adalah pemberian dari-Nya Bagaimana caranya aku berterimakasih untuk setiap rambut yang dianugerahkan oleh-Nya? Puji bagi Tuhan Sang Pemberi Yang menciptakan manusia dari ketiadaan Siapakah yang mampu menggambarkan kemurahan-Nya? Karena pujian untuk-Nya terbenam dalam keagungan-Nya Sang Pencipta menciptakan seorang manusia dari tanah liat Lalu meniupkan ruh, kebijaksanaan, akal dan hati Sejak masa kanak-kanak hingga batas usia senja Lihatlah bahwa Dia memberimu rezki, dari jalan yang tidak disangka-sangka! Ketika Tuhan menciptakanmu dalam keadaan suci, maka tetaplah suci Karena sungguh merupakan azab jika engkau pergi ke tanah kubur dalam keadaan bernoda Senantiasalah engkau bersihkan debu sifat kotor dari cermin hati Karena ia tidak akan mengkilap saat kerusakan melahap Bukankah pada awalnya engkau adalah air dari benih manusia? Jika engkau manusia, usirlah kesombongan dari kepalamu Saat engkau berupaya mencari arti kehidupan Janganlah percaya pada kekuatan tanganmu sendiri Wahai penyembah diri! Mengapa engkau tidak memandang Tuhan Yang memberikan kekuatan pada lengan? Ketika dengan usahamu itu sesuatu terjadi Ketahuilah, sesungguhnya semua itu terjadi karena kehendak Tuhan Bukan oleh upayamu sendiri Tak seorang pun yang memiliki daya dan kekuatan Maka panjatkanlah puji kepada Tuhan Yang Maha Agung Engkau tidak akan mampu berdiri dengan kekuatanmu sendiri Di tempat yang tersembunyi, pertolongan datang seketika Wahai tuan! Engkau juga adalah seorang anak kecil di jalan Tuhan Karena kebencian, engkau menjadi lupa pada dosa Seorang lelaki memalingkan kepala dari ibunya Hati si ibu yang sedih menyala seperti api Ketika dia menjadi tak berdaya karena kesedihannya, Dia membawa sebuah buaian ke hadapan lelaki muda itu Ia berkata, “Wahai orang yang lemah dalam cinta dan lupa akan masa kecil! Bukankah dulu saat kecil engkau menangis tak berdaya Saat malam hari, aku tetap terjaga karena tangismu Tidak, saat engkau berada dalam buaian ini, engkau tidak memiliki kekuatan seperti sekarang Bahkan engkau tak memiliki kekuatan untuk mengusir seekor lalat dari dirimu sendiri Engkau selalu merasa kesal dengan lalat Hari ini menjadi seorang pemimpin dan sangat berkuasa Suatu saat engkau akan kembali dalam keadaan seperti itu, di dasar kuburan Ketika engkau tak mampu untuk mengusir seekor semut pun dari tubuhmu Sekali lagi bagaimana mungkin mata dapat memancarkan cahaya Ketika cacing kuburan melahap otaknya? Engkau seperti orang buta yang tidak melihat jalan Dan tidak tahu jika ada sumur di jalan itu Engkau adalah seorang yang diberi penglihatan, jika engkau benar-benar bersyukur Namun jika tidak, maka engkau adalah orang buta Guru tidak memberikan padamu pengetahuan dan kebijaksanaan Tuhan menciptakan sifat-sifat ini dalam dirimu Jika Dia tidak memberimu hati yang mendengarkan kebenaran Maka kebenaran akan tampak di matamu sebagai inti kebohongan Lihatlah satu jarimu yang memiliki sekian banyak tulang sendi Tuhan, dengan penciptaan-Nya telah menjadikan satu Maka adalah kegilaan dan kedunguan Ketika engkau menempatkan jarimu di atas firman-Nya (mencoba untuk mengingkari kehendak-Nya) Perhatikanlah, Dia menyusun otot-otot dan membuat persendian dari sekian banyak tulang Untuk menciptakan gerakan Karena tanpa putaran pergelangan lutut dan kaki Tidaklah mungkin menggerakkan kaki dari tempatnya Karenanya, manusia tidak sulit untuk bersujud Tulang sendi pada tulang punggung tidak terdiri dari satu bagian Tuhan telah menata dua ratus tulang sendi yang berhubungan satu sama lain Dia telah menyempurnakan mahluk sepertimu Maha Besar Tuhan! Ia menciptakan tulang sendi dari tanah liat Wahai mahluk yang sempurna! Pembuluh-pembuluh darah dalam tubuhmu Laksana suatu daratan yang di dalamnya terdapat tiga ratus enam puluh aliran sungai Dalam penglihatan mata kepala, dalam pikiran, keputusan, dan kebijaksanaanmu Tangan dan kaki adalah untuk hati, dan hati untuk kebijaksanaan Hewan-hewan dengan bentuk yang tidak sempurna, adalah mahluk yang rendah Engkau seperti Alif, tegak berdiri di atas kakimu Hewan-hewan, kepalanya merendah ketika hendak makan Sedang engkau, dikaruniai tangan untuk membawa makanan ke mulutmu Tidak pantas bagimu merendahkan kepala pada siapapun Kecuali dalam ketaatan kepada Tuhan Dengan keindahaan-Nya, Tuhan memberimu pengetahuan. Lihatlah! Dia tidak menciptakan dirimu seperti hewan, dengan kepala di rumput Tapi dalam keadaan sempurna Janganlah engkau menjadi terlena, ambillah jalan hidup yang baik Jalan lurus itu lebih utama, bukan sosok yang tegap Karena orang kafir sama seperti kita dalam bentuk lahiriah Tuhanlah yang memberimu mata, mulut dan telinga Jika engkau orang bijak maka janganlah menentang-Nya Kuakui bahwa engkau dapat mengalahkan musuh dengan kekuatan Namun jangan sampai engkau berperang dengan Sang Kekasih (Tuhan), walau karena kebodohanmu Orang yang memiliki sifat bijaksana dan ihklas dalam melaksanakan kewajiban Akan memperoleh pertolongan Tuhan dengan rasa syukur Tuhan memberikan lidah untuk bersyukur dan mengucapkan pujian Orang yang bersyukur tak akan menggunakan lidah untuk memfitnah Telinga adalah indera penting untuk mendengarkan Al-Quran dan nasehat Maka janganlah engkau mendengarkan fitnah dan kebohongan Manusia dianugerahi dua mata untuk melihat (keagungan) ciptaan Tuhan Maka tundukkanlah matamu dari aib saudara dan sahabatmu Untukmu diciptakan bulan yang bersinar di malam hari Dan Matahari yang gilang-gemilang di waktu siang Untuk kepentinganmu, angin barat yang bagaikan pengurus rumah tangga raja Bekerja tak henti-hentinya agar terbentang hamparan keindahan musim semi Jika angin, salju, awan, dan hujan Juga guntur yang menggelegar, serta halilintar yang bagaikan pedang Semuanya adalah para pekerja dan pembawa titah Tuhan Mereka merawat benih yang engkau tanam di dalam tahah Jika engkau merasa haus, janganlah mengeluh Karena si pembawa air akan membawakan awan berisi air di punggungnya Dari tanah Dia ciptakan warna, wewangian, dan makanan Hiburan bagi mata, otak dan langit-langit mulut Dia mengeluarkan madu dari lebah, dan makanan surga dari langit Dia memberimu buah kurma muda dari pohon, dan pohon dari benih Semua tukang kebun (manusia) mengolah kerja tangan itu (kekuasaan Tuhan) Dengan takjub mereka berkata, “Tak seorang pun dapat menciptakan pohon kurma!” Matahari, bulan dan bintang, semuanya untukmu Mereka adalah cahaya di langit-langit rumahmu Dia membawakan untukmu sekuntum bunga mawar di antara duri-duri Emas dari tambang, dan daun hijau dari dahan kering Dia melukiskan mata dan alis, dengan tangan-Nya sendiri Karena tidak ada yang dapat membuat semua itu selain diri-Nya Dia sangat kuat dan menyayangi yang lemah Merawatmu dengan kemurahan-Nya Pantaslah untuk memanjatkan pujian sepenuh jiwa, setiap detik dan setiap desah nafas Syukur kepada-Nya bukanlah semata-mata diucapkan di lidah Oh Tuhan! Hatiku berdarah, dan mataku terluka Saat kulihat karunia-Mu lebih besar dari rasa syukurku

mencari hikmah di balik masalah

i need you

Bissmillah,
Waktu tak terasa terlewati dari masa ke masa. Membaca blog ini terakhir aku posting sekitar 4 bulan yang lalu.Bukan waktu yang sebentar. Sering kali ada keinginan untuk menulis lagi,tapi kadang rasa malas lebih menguasai, hmmmm....

yang berdiri memandangmu di balik gerimis

“keindahanmu yang bercahaya,
katakanlah bagaimana gerimis menyakiti
kerudung sucimu di Jum’at malam?”

jalan-jalan berteriak
malam menyemburkan kata-kata
“aku khawatir,” bisikku menimpali malam.

kebisuanku meresah. berkobar
bak angin taufan. mencoba
halau titik-titik air ke lain arah.

ada do’a:
“semoga perjalanan (menjadi) indah
tak tersaruk-saruk.”

“keindahanmu yang bercahaya,
katakanlah bagaimana rasa hatimu
setelah kerudungmu puas digoda gerimis di Jum’at malam?”

keindahanmu yang bercahaya
aku dan malam
satu harap
kau tak benci gerimis

Faisal Hussein Wong (Wong Fei Hong)

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan , namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu) . Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung . Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton . Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.
wallahua`lam bishowab.





Wahai Anakku


Lena tidurmu tidak terkata
ibumu setia
mendengar tangisanmu
sabar dengan kerenahmu
akalmu masih merah
mengenal antara emosi
dan akal.




Setiap masa yang dilalui ayah
hanya mahukan
satu panggilan suara itu
meminta tanpa suara serak
dalam rumah tinggi
di sebuah bandar raya
hidup di sini serba tinggi.




Satu ingatan buat anakku
ayah sayang padamu
ayah terpaksa
meninggalkan kerja
ayah terpaksa
berpisah sementara
hanya masa memisahkan kita.





NORHAIDI MOHD NORDIN
Laman Tasik Pandan, JB


wasiat


bila kau dewasa anakku
telaga kasih ayah bunda jangan dikeringkan
segores luka usah tercabik
biar tiada airmata yang tumpah
tegakkan mereka di tugu paling mulia
agar samudera kebahagiaan
bisa melingkup kehidupan

agar kau tidak tersesat di malam
yang paling gemerlap dan paling  gelap
agar rohmu bisa digamit bidadari

bila kau dewasa anakku
biarlah kau pilih jalan pegunungan
bekal penyejuk hati dan matamu
kaulah nakhoda pengemudi utama
usah kau jelajahi belantara perkotaan
yang selalu membara
karena sumber berair madu
yang setia menantimu dengan rela

dalam munajat dan doaku
bersungguh sungguh memikul
tanggung jawab dan amanah




masih di sini

Pada awal nya aku juga tidak bisa menerima dengan semua keputusan yang aku ambil sekarang, aku butuh saat untuk menata diri dan perasaan ku.
Aku tidak ingat ada berapa janji yang telah terucap untuk mu. Semua itu rencana yang kita inginkan dan kehendaki. Tapi apa aku dosa jika semua tiada terlaksana. Aku sudah berusaha untuk menata hati dan fikiran ku membuat suatu jalan keluar dengan permasalahan yang aku hadapi sekarang.
Aku sangat takut pastinya semua ini akan melukai perasaan mu. Keadaan dan saat yang sangat tidak tepat menjadikan semua seperti ini. Aku dalam dilema panjang tiada ujung nya.
Aku masih disini bertahan untuk mencintaimu semampu aku.Karena aku juga yakin aku akan jadi milik mu selamanya. Jangan pernah terucap lagi satu kalimat itu, aku tidak pernah mengharapkan keindahan dunia yang berlebihan. Cukup bagiku dengan apa adanya tidak kurang atau tidak lebih.Seandainya nanti memang ada perpisahan di awal sebelumnya, sungguh aku akan terluka dan mungkin rapuh, jatuh tumbang seperti ranting patah.Tapi satu hal yang mungkin bisa membuat aku bertahan, ketulusan, kesetiaan, kejujuran, dan kesabaran mu untukku.Sering ada niat hati untuk pergi, karena aku takut akan menjadi duri dalam kehidupanmu.
tapi kaki ini serasa terhenti. Bisakah aku hidup tanpamu.
Satu keyakinan yang tiada pasti. Pergi percuma saja,jika hatiku masih ada bersamamu.
>>>>>>>

buta



ada seorng gadis buta, dia dibenci semua orang, kecuali pacarnya.. lalu gadis ini berkata kepada pacarnya.."aku mau menikah dengan kamu, jika aku sudah bisa melihat" pada suatu hari, ada orang yang mau mendonorkan matanya kepada gadis itu. setelah gadis itu bisa mlihat, dia terkejut karena pacarnya juga buta lalu pacarnya itu berkata "maukah kamu menikah denganku sekarang ?" gadis itu menolak. lalu pacarnya tersenyum dan pergi sambl berkata "jaga baik-baik mataku."

Pada Malam Itu

Pada sunyi malam itu
maka berdirilah sebagai dicinta
di hamparan malam
mencari titik berikutnya
bersama haruman doa
dan manis harapan pada manik embun
yang menghampiri diri di dinihari
dan dalam syahdu malam itu
ada hangatan jernih
menitik di tapak tangan dan hati
berterima kasih dan syukur
pada yang berhaknya
itulah rindunya
malam itu bintang meribu
dingin bayu menderu
titik embun memburu
bulan pun tersenyum malu
matahari bermimpi di peraduan
di langit, darat, laut dan angkasa telah merestui
dan sang putera pun menangis lagi
dalam syahdunya malam dan rindunya.

Sajak Si Karang Yang Hiba Ophan Bunjo



Kaku lenggok gemalai si karang
tersadai di permatang pasir pantai
sedih memandang senyum si rumpai
segar menari tarian dunia laut
diusik anak-anak ikan ceria
di balik batu si kerang giat mengintip
ghairah memandang keriangan di dasar

Itulah yang bermain di fikiran
bagaimana harus ia kembali
mengecapi saat-saat gemilang

Kemilau mentari
menerjah ke mata si karang yang hiba
sebentar lagi diam duduk si karang berpindah
ke rumah besar tentunya di sana
di persada hiasan
dipamerkan bakal diberi pujian

Si karang tambah hebat merintih kesedihan
tika ucapan selamat tinggal rakan-rakan sepermainan…


Lahad Datu 3 Maret 2010

Bumi Mentari

"matahari mengintipku dengan malu-malu
menyambut siangku dari gumpalan awan
menyegarkan aku setelah gerimisnya hujan
melukiskan pelangi kecil dihatiku"




siang ini benar-benar indah, baik harfiah dan kiasan.
harfiah, indah karena sejak tadi pagi di terangi oleh sinar matahari yang cerah.
kiasan, karena puisi yang ku terima siang ini.
puisinya sepertinya masih menggantung, tapi...
mampu membuatku tak lagi mengerutkan dahi mengingat daftar panjang yang harus dikerjakan.
terima kasihku!

i miss you

Bissmillah..
Meyakinkan diri jika aku pasti bisa menerima semua nya.Dari kurang dan lebih.
Baik dan buruk, tawa dan tangis ada dan tiada nya.Karena dari semula bukan kah aku sendiri sudah berani mengambil keputusan untuk satu pilihan.
Jujur ada perasaan dalam hati, sanggup kah aku....
bisa kah aku, kuat kah aku...
pertanyaan yang mungkin aku sendiri dapat menjawab nya atau tidak terjawab selamanya.
Aku ingin ada di pelukannya. Menghabiskan malam, menikmati indah cahaya sang rembulan. Ingin ku bisik kan kata dala setiap terjaga, jangan tinggalkan aku lagi cinta,jiwa ini akan kering tanpa mu, air mata ini tak akan berhenti menangis dengan tiadamu, hati ini merintih merindukanmu.
Dan ketika pagi tiba tanpamu, terasa tak ingin ku buka mataku.Berada di antara bayangan
mimpi, menjadikan semua terasa nyata dalam masaku.
Masih dalam satu pertanyaan panjang, di mana dan kapankah akan aku temui masa itu.
Wahai engkau sang waktu, tetap jaga aku dari penantian panjang ini...

hutan kecil

rindu hutan kecilku, lembahku, tebing-tebing batuku, dan seluruh kesejukan itu

sekilas tentang bahasa

Saya selama ini bergaul dengan bahasa Inggris sebagai "bahasa text book", yakni sebagai bahasa untuk alat artikulasi gagasan-gagasan yang kerapkali bersifat abstrak. Semula, saya mengira, bahasa Inggris "text book" ini sudah paling hebat dan paling tinggi derajatnya; saya semua mengira bahwa bahasa Inggris buku yang "akademis" itu sudah "sundul" atau menyentuh "langit ketujuh".

Saya juga semula mengira bahwa bahasa Inggris buku adalah "superior" ketimbang dialek yang dipakai dalam percakapan sehari-hari; lebih superior daripada bahasa Inggris yang dipakai dalam majalah-majalah atau bacaan populer yang nge"pop".

Mungkin mentalitas seperti ini berasal dari "mind-set" yang terbentuk dalam diri saya saat belajar bertahun-tahun di pesantren. Karena terbiasa mempelajari bahasa Arab sebagaimana dipakai dalam kitab-kitab kanon klasik yang sering disebut dengan "Kitab Kuning" (disebut demikian karena warna kertasnya memang kuning, agar tak menyilaukan mata), saya beranggapan bahwa bahasa dalam buku adalah yang paling baik.

Di kalangan pesantren, muncul semacam pandangan bahwa bahasa Arab seperti yang mereka baca dalam kitab-kitab kuning itu adalah bahasa Arab yang paling berkualitas tinggi, bahasa fushha. Itulah bahasa standar yang mestinya menjadi "kriteria" untuk menilai bentuk-bentuk pengucapan yang lain.

Bahasa Arab "pasaran" (sering disebut dengan "lahjah" atau "al-lughah al-darijah") sebagaimana dipakai dalam pergaulan sehari-hari, dianggap oleh para santri sebagai "bahasa rendahan" yang tak memenuhi standar "bahasa buku" yang baku. Begitu juga bahasa Arab seperti dipakai dalam koran, majalah, atau bacaan-bacaan modern, oleh para santri dipandang dengan "sebelah mata".

Mind-set ini yang terbawa saat saya belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris buku-lah yang semula saya anggap sebagai bentuk yang paling baik dan bermutu.

Perubahan terjadi saat saya menyadari bahwa bahasa Inggris buku itu lama-lama membosankan, apalagi buku-buku yang berisi gagasan-gagasan filsafat yang abstrak. Selama ini, wilayah bacaan saya memang sering berkisar pada buku-buku semacam itu selain buku-buku teknik.

Saat berbicara dengan orang-orang penutur Inggris native, saya merasakan bahwa kosa-kata yang saya kuasai sangat "bookish", alias terasa kebuku-bukuan. Saat saya ingin menulis suatu essai yang tidak berkenaan dengan tugas perkuliahan, saya juga merasa bahwa bahasa Inggris saya kaku atau bahkan tidak memenuhi syarat.

Mulailah saya sadar, bahwa bahasa Inggris buku hanyalah salah satu madzhab atau genre dari banyak jenis-jenis yang ada. Bahasa Inggris buku bukanlah satu-satunya bentuk pemakaian bahasa itu. Ada banyak jenis yang bertebaran di luar sana yang layak dijelajahi.

Mulailah saya melakukan semacam "petualangan" untuk mengenali berbagai ragam pemakaian bahasa Inggris. Dari penjelajahan ini, saya mulai sadar bahwa seseorang yang kompeten untuk ber-bahasa Inggris saat menulis topik tentang sejarah teologi Islam, misalnya, belum tentu dia memiliki kompetensi serupa saat menulis tentang keindahan sebuah taman kota.

Untuk menulis sesuatu tentang keindahan taman kota, anda butuh kosa-kata, idiom, dan ekspresi yang berbeda sama sekali dengan saat anda menulis tentang teologi, filsafat, atau hukum.

Begitu pula, jika anda bisa memahami dengan baik buku-buku tentang filsafat dalam bahasa Inggris, belum tentu anda bisa memahami dengan baik buku-buku tentang masakan atau novel, atau buku-buku travelog yang berisi catatan perjalanan.

Inilah kesan saya setelah sejenak menjelajah: buku-buku tentang tema-tema "non-kuliahan" itu lebih lincah, bergairah, dan girang-gemirang. Kosa katanya juga lebih beragam, lebih kongkret dan "visual". Dalam buku-buku filsafat, banyak kosa-kata yang semula memiliki pengertian yang "empiris" dan kongkret, tiba-tiba kehilangan darah dan "nafsu", menjadi kering-kerontang karena diperas-tuntas oleh sebuah proses kejam yang namanya "abstraksi" atau penajridan.

Dunia gagasan memang kadang berlaku seperti sebuah vampir yang menyesap habis darah bahasa! Pada titik itu, anda harus kembali ke dunia sehari-hari, di mana anda akan menjumpai bahasa yang menari riang-gembira, tanpa dosa, seperti ronggeng di sebuah dukuh yang diceritakan oleh tetangga saya yang menjadi novelis terkenal, Ahmad Tohari itu. Ya, Dukuh Paruk!

Saat saya mulai menjelajahi bahasa Inggris non-kuliahan, saya seperti anak-anak yang baru mengenal bahasa. Saya teriak, "This is the real English, this is what I want!"

Saat masuk toko buku misalnya, saya senang sekali membuka-buka majalah yang biasa dijual di sana, berisi catatan perjalanan, laporan tentang tempat-tempat turisme yang indah, atau sebuah masakan "eksotis" yang berasal dari sebuah sudut dunia yang tak pernah kita ketahui. Dengan membaca bahasa Inggris dalam majalah seperti itu, saya menemukan kosa-kata baru yang digunakan dalam konteks kehidupan kongkret yang berbagai-bagai itu.

Saya senang sekali membacai novel. Saya mempunyai fikiran : sumur bahasa adalah anak-anak remaja belasan tahun (teenagers)! Mereka lah pencipta bahasa yang tanpa dosa, tak peduli dengan sejibun aturan yang kompleks yang di-fatwa-kan oleh Dewan Bahasa itu.

Bacalah novel laris manis karangan Curtis Sittenfeld berjudul "Prep" yang berkisah tentang dunia anak-anak under-grad, anak-anak sophomore, alias mahasiswa-mahasiswi tahun pertama.

Saya juga suka membacai majalah-majalah tentang dunia kuliner. Semua orang butuh makan, tetapi percayalah, anda pasti tak cukup menguasai "diskursus" atau cara bercakap-cakap tentang dunia makanan dan masakan, bahkan dalam bahasa Indonesia sekalipun. Banyak orang yang berpikiran bahwa makanan ya memang untuk disantap, bukan untuk dibicarakan, di-wacana-kan. Makanan adalah dunia kongkret, dunia pra-diskursus!

No, anda keliru. Setiap bagian dalam kehidupan manusia bisa dipercakapkan dengan indah sekali, termasuk dunia makanan dan masakan. Dunia itu juga memiliki kosa-katanya sendiri, idiom-nya sendiri, ekspresinya sendiri, bahkan wisdom dan filosofinya sendiri.

Jika anda meraih skor TOEFL yang paling tinggi, maka itu bukan berarti anda sudah menguasai bahasa Inggris dengan hebat. Itu barulah pertanda bahwa anda masuk dalam beranda bahasa Inggris. Untuk mengetahui kekayaan bahasa itu, anda harus masuk ke dalam rumahnya, mengeksplorasi seluruh kamar-kamarnya, bahkan kalau perlu hingga ke kamar mandi dan toiletnya.

Setiap bahasa selalu mempunyai dimensi yang kaya seperti itu. Sekali lagi, bahasa buku hanyalah salah satu madzhab saja dari keseluruhan bagian bahasa yang sangat kompleks dan kaya; dan kebetulan bukan bagian yang terbaik

di mana bayanganmu

Bersama malam yang sepi
Ku bisik suara hati
Sayangnya kau tiada
Di mana bayanganmu





Duhai angin lalu
Belai rintihanku
Resah merindukanmu

Badai yang melanda
Jangan kau alunkan
Lagu kesedihanku pilu

Di manakah bayanganmu
Dalam kabus keresahan
Ku menanti kau menjelma
Di balik sinaran rembulan

Dalam redup senja
Aku kesepian
Kasihku mencarimu
Rindu

pita kuning

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.
Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.
Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.
Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.
Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?
Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.
Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes di matanya...
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Tidak ada sehelai......
Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!
Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.




I'm coming home I've done my time
And I have to know what is or isn't mine
If you received my letter Telling you I'd soon be free
Then you'd know just what to do
If you still want me
If you still want me

Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree
It's been three long years
Do you still want me
If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree
I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me
If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree

Bus driver please look for me
'Cause I couldn't bare to see what I might see
I'm really still in prison And my love she holds the key
A simple yellow ribbon's all I need to set me free
I wrote and told her please

Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree
It's been three long years
Do you still want me
If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree
I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me
If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree

Now the whole damn bus is cheering And I can't believe
I see A hundred yellow ribbons 'Round the old, the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree



secangkir kopi

Aku hanya secangkir kopi yang semestinya nggak bole dikonsumsi seorang penderita maag
Aku hanya segenggam emosi dan temperamen yang belajar untuk egois
Aku hanya sebuah sensitifitas yang berjuang untuk mengerti kompleksnya hidup
Aku hanya jiwa yang kan makan sebelum benar-benar lapar dan kan terlelap sebelum benar-benar mengantuk
Aku hanya segaris senyum yang mudah terluka
Mudah menghapus luka dan membuang masalah semudah membuang tissue ke tempat sampah
Namun tak mudah lalui hari tanpa mendengar suaranya
Kesendirian memang tak pernah luput dari hari-hariku yang berteman ketikan keyboard berisi harap, doa, cinta, benci, marah sampai kerinduan yang tertuju padanya
Salah bila kuingin berbagi? Sedikit terhibur setelah mendengar lelucon kecil darinya meskipun seringkali berakhir dengan kesalahpahaman…
Sebagian orang tak kan bersabar menjalani ini, tapi kucoba dengan sabar yang kupunya.
Ia teman di hidupku yang sangat ingin kupeluk
Ia cerita yang belum begitu nyata, karena ia hanya muncul disaat malam menjelang dan mimpi yang kan hilang saat aku kembali melihat dunia
T'lah kucoba berbagai caraku tuk sampaikan bahwa kubenar mencinta dan merindunya
Bagai syal dan kaus kaki yang menghangatkan jiwa saat hujan datang, seperti itu pula arti hadirnya dalam mati rasaku.
Berkali kuterpejam dan berharap esok kan nyata ia dihadapanku
Aku memilihnya karna "kamu beda"
Sangat sulit memaknai setiap persamaan yang kita punya dan aku hanya mendengar ucap "kita kan soulmate" darinya.
Kuingat setiap ucap dan ungkapnya yang tak letih menyadarkanku….
Maaf atas salah yang berulang kubuat, jangan biarkan ku berjalan sendiri tanpa cahayamu. Dan bila cahayamu tak sanggup lagi terangi hariku, maka kan kuingat kisah ini sebagai kisah yang tak kan terlupakan.
Cinta indah pada waktunya, kesulitan yang dirasakan saat ini akan berujung bahagia seperti pahit itu manis jika kita percaya dan saling mengisi kekurangan satu sama lain. Terimakasih atas kesabaranmu untukku……



mutiara kesabaran

Seekor anak kerang mendatangi ibunya sambil menangis. "Aduh ibu punggungku sakit sekali" keluh sianak kerang. Dengan penuh kasih sayang ibunya melihat punggung sianak. Dengan tersenyum penuh kelembutan seorang ibu dia menghibur anaknya. "Anakku sabar ya, sini ibu usap punggungmu" hibur siibu kerang. Dengan manja sianak kerang menhampiri ibunya. Dengan usapan yang lembut sebetulnya tidak menghilangkan rasa sakit di punggungnya, namun hatinya terobati dengan kelembutan ibunya rasa sakit punggung itu berkurang.

Tahun berganti tiap hari sianak kerang terus merasakan sakit dipunggungnya, namun dengan kesabaran dan kelembutan dari si ibu kerang sianak jadi terbiasa merasakan sakit dipunggungnya. Hingga tibalah saat ia dewasa sakit dipunggungnya berubah jadi sesuatu yang indah, yang mahal harganya dan dikagumi banyak manusia. Sebuah "Mutiara" ia persembahkan kepada dunia, kini rasa sakit yang ia derita sekian tahun tergantikan dengan sesuatu yang indah yang dikagumi banyak orang dan didamba semua orang. Dan tidak semua kerang bisa mempersembahkan itu.

Begitu juga dengan kesabaran, fitnahan, cacian, kedengkian dan aneka cobaan yang kadang kita terima dalam hidup ini. Semua itu kadang kala membuat kita sakit dimana rasa sakit itu kadang luar biasa, kadang pula putus asa juga menghiasi saat kita menerima musibah atau cobaan. Namun bila kita bisa mencontoh dari seekor anak kerang walau dengan rasa sakit yang terus menghimpitnya dia tetap sabar dan tabah menerima itu semua lihatlah hasilnya. Mungkin kita tidak bisa mempersembahkan mutiara secara nyata namun mutiara itu bisa kita rasakan dan bisa pula dirasakan orang disekeliling kita.

Buah dari kesabaran membuat kita tidak mudah marah, tidak mudah memfonis salah pada orang, slalu introspeksi diri, mudah memaafkan, tidak sembarang bicara tanpa dipikir terlebih dahulu, bahkan selalu sabar bila orang mengatakan kita jelek, kita salah, kita biak keladi, atau bahkan kita dituduh sebagai pencuri. Dengan senyum kesabaran kita menerima semuanya itu. Yah dengan senyuman membuat orang jadi sabar menerima cobaan dunia.

Semoga kita mempunyai mutiara kesabaran untuk menjalani kehidupan dunia yang penuh dengan aneka problema ini.



pa....

i miss you

hari ini

Bissmillah...
Sedikit kalimat yang ingin aku tulis untuk mu, cinta.Biarlah mereka menggunakan caranya sendiri untuk ku, tapi satu yang pasti, kau sudah memiliku seutuh nya,
hari ini mungkin tidak begitu indah untuk kita. Banyak cerita yang terputus, pertanyaan yang tidak terjawab dan waktu terbuang hanya karena cemburu yang tidak beralasan.
Itu mungkin suatu fakta jika tidak selamanya dalam perjalanan hidup itu indah.Tetap lah di sini untuk ku, karena jiwa dan raga ini sudah tidak bisa lagi tanpa mu,cinta.

lalu

Bissmillah...
Jangan tanyakan lagi tentang masa lalu itu,bukan nya aku tidak mau cerita,
Tapi semua sudah aku letak kan dalam ruang di mana tak ada kunci untuk membukanya. Hati sudah berjanji tidak akan ada satu masa untuk mengurai kembali yang telah terjadi.Begitu pahit terasa dalam sebuah kebodohan. Kenikmatan sesaat yang bisa membuat sesuatunya terasa indah.Namun pada akhirnya semua berakhir dengan air mata.
Aku yang kau miliki sekarang, bukan lah aku di masa itu.
Niat hati sudah terpatri, menerima dengan ikhlas apa yang terjadi.Mungkin aku tidak seperti yang engkau harap kan,tapi aku akan belajar dan belajar dari setiap yang emgkau berikan untukku. Menjadikan setiap masa yang begitu berarti denganmu.
Semua terasa indah saat bersamamu. Lelah dan beban yang begitu berat dalam perjuangan hidup tiada terasa ketika kau menyapa. Kau jadikan aku bidadari dalam setiap malam dan siang mu. Seakan tak ingin terlewatkan tanpa mu walau hanya sedetik saja.
Meskipun tak jarang air mata mengiringi perjalanan ini, saat aku tak bisa temukan sebelum aku merenda mimpi, saat rindu ini sudah tidak bisa bertahan dalam sanubari.hanya airmata yang mengerti.
Semoga semua berakhir indah, seperti angan dalam setiap rencana.Tapi bukan kah kita hanya manusia. Dan rencana Nya pasti lebih indah....

sebatas mimpi

Saat pertama
Ku dekati dirimu
Menuruti semua inginmu

Dan tiba waktumu
‘tuk beri jawaban
Ternyata kau anggap aku
Hanya teman




Reff:
Bawalah aku ke dalam mimpimu
Aku tak ‘kan kecewakan kamu
Walaupun itu semua
Hanya sebatas mimpi

Jadikan aku kekasih hatimu
Aku menginginkan kamu
Sungguh-sungguh merasa
Ku jatuh cinta

Telah berbagai cara
‘tuk dapatkan hatimu
Tetap saja kau anggap aku
Hanya teman

Kembali ke Reff:

three little birds

download
"Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right.
Singin': "Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right!"

Rise up this mornin',
Smiled with the risin' sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin' sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin', ("This is my message to you-ou-ou:")

Singin': "Don't worry 'bout a thing,
'Cause every little thing gonna be all right."
Singin': "Don't worry (don't worry) 'bout a thing,
'Cause every little thing gonna be all right!"

Rise up this mornin',
Smiled with the risin' sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin' sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin', "This is my message to you-ou-ou:"

Singin': "Don't worry about a thing, worry about a thing, oh!
Every little thing gonna be all right. Don't worry!"
Singin': "Don't worry about a thing" - I won't worry!
"'Cause every little thing gonna be all right."

Singin': "Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right" - I won't worry!
Singin': "Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right."
Singin': "Don't worry about a thing, oh no!
'Cause every little thing gonna be all right!

cinta

Aku hanya ingin katakan jika aku tak bisa hidup tanpamu. Mungkin kalimat itu sering Kali terdengar. Atau hanya sebuah perkataan omong kosong, yahh... mungkin saja.
Aku tidak peduli,

pergi


Usah lagi kau tanya seperti apa luka di jiwa. Kenapa tak kau enyahkan saja aku dari pelukan semalam.hayal indah tentang cinta dan seribu bayangan rindu
kau melukaiku kasih, aku menangis setelah kau pergi, pedih ini terasa merobek setiap
relung jiwa..sesak terasa menghujam setiap sudutnaluriku
serpihan cinta ku ke mana kan ku letak kan. Kau berlalu tanpa ucap kau pergi tanpa pedulikan ku. Tetesan air mata ini mungkin tiada makna bagimu
karena kau sudah terbiasa dengan tangisku. Mungkin juga ini salahku
kenapa aku terlalu mencintaimu ,menyayangimu, menjadikan dirimu
sebagai nafasku dan sekarang setelah kau tiada,aku mati.

little star


Little star
So you had to go
You must have wanted him to know
You must have wanted the world to know
Poor little thing
And now, they know

Little star
I had to close my eyes
There was a fire at the warehouse
They're always waiting for a thing like this
Came travelin' from all the town
For you, little star

Little star
So you had to go
You must have wanted him to know
You must have wanted the world to know
Poor little thing
And now, they know

(what the hell is this??!!)

For you, little star

DERAI DERAI CEMARA

DERAI DERAI CEMARA


cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

(1949)

Chairil Anwar

I Miss You

Sha la la la la
Sha la la la la

You used to call me your angel
Said I was sent straight down from heaven
You'd hold me close in your arms

I loved the way you felt so strong
I never wanted you to leave
I wanted you to stay here holding me

[CHORUS:]

I miss you
I miss your smile
And I still shed a tear
Every once in a while
And even though it's different now
You're still here somehow
My heart won't let you go
And I need you to know
I miss you, sha la la la la
I miss you

You used to call me your dreamer
And now I'm living out my dream
Oh how I wish you could see
Everything that's happening for me
I'm thinking back on the past
It's true that time is flying by too fast

[CHORUS]

I know you're in a better place, yeah
But I wish that I could see your face, oh
I know you're where you need to be
Even though it's not here with me

[CHORUS x2]


Klik here to download i miss you.mp3


untuk download i miss you.mp3 klik di foto hannah montana

ujung pagi

aku mau kau menjadi nafasku jadi kekasihku jadi istriku
aku mencintaimu meski tanganku hanya dapat memelukmu dari kejauhan
meski hanya dapat mencium aroma tubuhmu yang dibawa angin

tidak ada

dari pagi hanya di depan monitor.
diam. facebook online, ym online, skepy online, blogg online
youtube online.cuma fikiran ku yang off. tidak ada pada tempatnya.
kenapa aku ada di sini. ughh, pada siapa juga aku bertanya.
pada dasar nya bukan kah apa yang terjadi dan yang kita alami berasal
dari kita sendiri. jika tidak mau terbakar jangan bermain api.
yayayaa... mungkin itu yang aku jalani sekarang
mencoba meniupkan api kecil dalam ranting basah, semakin lama
akan terbakar juga, dan saat aku terlena api itu juga tidak akan segan membakar
diriku sendiri.api cinta yang ada tidak bisa aku padamkan. semakin aku coba semakin menyala berkobar dalam jiwa.aku tidak mau berkata terlalu tinggi,terlalu jauh atau mencoba berhayal terlalu indah.
hasrat hati ingin memiliki mu seutuhnya..tersenyum tipis dalam gelap.
bercermin dalam remang rembulan.siapa dan apa arti aku untuk hidupmu,
apa arti tiadaku,aku tidak perlu tanyakan itu...
tidak ada jawaban atau tidak terjawab.

mendung bersahabat lagi

merangkai cinta dari butiran gerimis
bila nanti dia kan jatuh ke bumi
ketika mendung jadi sahabat
hujan adalah ibuku

menanti bagai menyulam asa
sehelai benang adalah rindu
jarum cinta menusuk rasa
tiadamu bagai raga tanpa nyawa
kau tak lagi jadi nafasku
selimut malam terlempar jauh
dalam lara

jangan tanyakan lagi
sudikah temani tidur panjang
karena aku masih ingin sadarmu
meski bukan aku seorang di dermaga
yang kau arungi
aku ingin kau jadi nahkoda
hingga di pelabuhan terakhir
saat nyawa lepas dari raga
saat nafas tak lagi terasa
akan aku jadikan kau kekasih abadi

Ingin Kupetik Bintang Kejora

Mengapa kau tak melihat apa yang aku fikirkan?
Semuanya terbuka terbaca di mataku
Mengapa kau tak peduli isyarat yang kukirimkan
lewat sejuta puisi, lewat selaksa bunga?

Engkau tetap diam membeku
Kau tepiskan mimpi-mimpiku
Kuhunus pedang cinta, kupekikkan asmara
Semula kau tetap diam
kemudian kau tersenyum
Ingin kupetik bintang kejora
untuk kusematkan di dadamu,
di jantungmu

Mengapa hanya namamu terpatri dalam jiwaku?
Haruskah aku menyerah sebelum aku coba?

Engkau tetap diam membeku
Kau tepiskan mimpi-mimpiku
Kuhunus pedang cinta, kupekikkan asmara
Semula kau tetap diam
kemudian kau tersenyum
Ingin kupetik bintang kejora
untuk kusematkan di dadamu,
di jantungmu .



click to download


untuk download ingin kupetik bintang kejora.mp3 klik di foto kang ebiet

Doa Sepasang Petani Muda

Mari kita tunggu datangnya hujan
Duduk bersanding di pelataran

Sambil menjaga mendung di langit
Agar tak ingkar, agar tak pergi lagi
Kasih, kemarilah duduk merapat
Sama-sama tengadahkan wajah

Agar lebih tegar kita memohon
Turunnya hujan basahi bumi ini
Kau dengar ada jeritan
Ilalang yang terbakar dan musnah

Usah menangis
Simpan di langit
Jadikan mendung
Segera luruh jatuh ke bumi

Basahi ladang kita yang butuh minum
Basahi sawah kita yang kekeringan
Basahi jiwa kita yang putus asa
Kemarau ini begitu mencekam

Kasih, kemarilah duduk merapat
Sama-sama tengadahkan wajah
Agar lebih tegar kita memohon
Turunnya hujan basahi bumi ini

Kau dengar ada jeritan
Ilalang yang terbakar dan musnah
Usah menangis
Simpan di langit

Jadikan mendung
Segera luruh jatuh ke bumi
Basahi ladang kita yang butuh minum
Basahi sawah kita yang kekeringan

Basahi jiwa kita yang putus asa
Kemarau ini begitu mencekam.

Nyanyian Bumi Seberang (Bumi Ni Pasogit)

Menyeberangi danau biru terbentang
Bersama istri dan anakku belayar

Singgah di sana, di pulau yang terpencil
Di tengah hamparan telaga, menyimpan keindahan
Dan aku pun terperangah ada yang menegurku
Selintas layaknya ia marah dan membentak

Namun ternyata dari sinar matanya
Terpancar ketulusan sikap bersahabat
Aku ingin hening dan pejamkan mata
Untuk menyimpan apa yang kusaksikan

Suling berserak bercampur songket dagangan
Bertahan dalam kasih bumi leluhur
Meskipun alam tak banyak membantu
Namun kegigihan sanggup merubah

Tandus tanah ini ladang kehidupan
Aku pun terkesima dan enggan pulang
Dan esok harinya kami mendaki
Untuk menikmati keindahan dari bukit

Dan di sana di tengah lingkaran air
Mereka gigih bertahan semangat baja
Aku ingin hening dan pejamkan mata
Untuk menyimpan apa yang kusaksikan

Suling berserak bercampur songket dagangan
Bertahan dalam kasih bumi leluhur
Meskipun alam tak banyak membantu
Namun kegigihan sanggup merubah

Tandus tanah ini ladang kehidupan
Aku pun terkesima dan enggan pulang




klik to download


untuk download nyanyian bumi seberang.mp3 klik di foto ni pasogit

Karena Tidak Tahu

Seperti tahun sebelumnya setiap saat liburan mengadakan acara
Pulang kampung.
Perjalanan ke sana mungkin membutuhkan waktu sekita 3 jam
Menggunakan kereta cepat.Untuk mengisi waktu di perjalanan,aku bukan notebook.
Perjalanan sudah sampai di perbatasan,aku sudah mengira mungkin jaringan internet akan terputus karena aku hanya memakai fasilitas local dan bukan internasional.
Tapi sesudah di perbatasan internet masih berjalan, aku hanya berfikir mungkin saja ada fasilitas roaming. tanpa berfikir panjang browsing aku lanjut kan.
Setelah sampai di tempat tujuan seperti biasa mereka akan menghabiskan waktu untuk jalan jalan, belanja, berenang dan masih banyak lagi,Tapi aku memutuskan untuk tinggal di rumah tidak ikut serta.Kebetulan saat itu banyak tugas kuliah yang belum selesai.Jadi aku hanya habiskan waktu di depan komputer. Selain buat browsing di web kampus seperti biasa buka yahoo messegger, saat ada beberapa teman yang menyapa aku kok masih bisa menggunakan jaringan yang aku pake saat itu aku hanya jawab mungkin ada fasilitas roaming. Aku tidak pernah punya fikiran dan kira kira berapa biaya roaming nya. jadi aku connect di internet bisa hampir setiap saat. Jika malam hari pagi nya baru aku matikan.
Setelah kira kira dua minggu akhirnya pulang juga.
Sampai di rumah, ada surat dari perusahaan telkom tempat aku menggunakan fasilitas internet, langsung aku buka.
Lama aku mengamati setiap tulisan yang ada di kertas itu. Antara percaya atau tidak.
Tagihan bayaran internet yang biasanya sekitar Rp110 karena ada nya roaming jadi Rp8 juta, aku sempat tidak percaya. Aku baca lagi dan aku baca lagi, tapi ternyata memang semua terinci setiap data yang aku gunakan.
Bisa di bilang kaget nya penngen pingsan,Gila bener knpa mahal nya pe segitu
Belum juga hilang rasa bingung, sedih, dan bermacam macam rasa pokok nya, datang surat lagi, tagihan jaringan internet, aku buka yang isinya surat kedua tagihan roaming berjumlah Rp 7 juta. untuk yang ke dua kalinya aku kaget dan benar2 tidak percaya.jadi jumlah total semuanya sekitar Rp 15juta. my God!!!
Tanpa pikir panjang aku lansung telpon ke kantornya
mereka tidak bisa ngasih jawaban secara rinci. Aku harus datang ke sana.
Tidak fikir lama lagi aku langsung berangkat, dari penjelasan yg di berikan dari pegawainya aku bisa menerima, karena data data mereka lengkap dengan semua rincian nya. Mereka sempat menyalahkan aku, kenapa tidak memberitau jika mau mengadakan perjalanan ke luar negeri. Katanya ada fasilitas internasional yang tidak begitu mahal. Sudah terlambat.
Ehmm... apa yang aku fikirkan saat itu.
Hanya karena tidak tau.

pesan singkat ku

Assalamualaikum

Bismillah..
selamat pagi kekasihku..semoga hari ini baik dan indah
seperti udara dan embun pagiyang mengiringi waktu
Mungkin satu hal yang belum kamu tau, jika hari minggu adalah hari yang
sangat melelahkan buat kusemalam sesampainya di rumah aku sempat
meninggalkan pesan di salah satu web,aku coba untuk menyapa mu
tapi seperti hari biasa nya juga, aku tak bisa menemukan mu
aku tau, mungkin kamu ada kepentingan untuk keluar
atau mungkin juga sedang berkumpul dengan keluarga
any way..
aku coba rebah kan badanku yang lelah,sempat menetes air mata,merindukan mu
ingin menghubungi mu takut mengganggu..akhir nya aku coba lagi untuk memejam kan mata
sempat aku sebut nama mu sebelum aku terlena dalam mimpiku.
kekasih ku, jangan pernah salah kan aku jika sekarang aku mencintaimu
melebihi dari apa pun kecuali cintaku pada Nya...
tidak ada yang bisa mengalihkan dirimu dalam hati dan fikiranku
tiada waktu sedetik pun mampu menghentikan angan ku akan dirimu.
aku akan menikmatinya seperti yang sering kau katakan padaku
menikmati rasa sakit dan perihnya kerinduan ku akan dirimu
menikmati resahnya hati saat kau tak ada saat aku menyapamu
dan menikmati begitu waktu terasa seperti merangkak untuk menuju waktu
aku datang untuk mu...

kekasih ku, sebenar nya masih banyak kalimat yang ingin aku tulis
tapi otak ku tidak bisa berfikir jernih, kerinduan ku akan dirimu seperti
membius rasakumenghentikan setiap detak nadiku. sungguh aku tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan ,selalu genggam erat jemariku. untuk yakinkan aku jika semua akan baik baik saja
kekasihku...mungkin ini saja dulu yang dapat aku tuliskan
maaf bila ada kalimat yang tidak berkenan di hati
love and miss you much..

Wassalam

your love

zzz....zzzz..zzzz

menantimu di ujung pagi

Bismillah.....
terbangun dari tidur ku, jam menunjukkan 2.30am. menjelang pagi...
tak bisa ku temui dirimu lagi pagi ini
aku coba sms kamu, tidak di balas. aku coba untuk call kamu tidak terjawab
di manakah dirimu...
hanya diam, aku merasakan ada kesedihan dalam hatiku
rindu untuk menyapamu, rindu untuk menghabiskan pagi bersamamu
aku tidak tau ke mana aku harus mencarimu
hanya airmata yang bicara
rasa rindu ini begitu menyiksa, terasa perih menyayat jiwa laraku...
aku sudah tidak sanggup lagi
kamu di mana?
sebuah pertanyaan yg tak terjawab
malam membisu, sepertinya juga tidak tau keberadaanmu
pada siapa aku bertanya, pada siapa aku bicara....
kekasih ku...
apa yang aku harus aku lakukan tanpa mu
terasa hampa jiwaku,..
sampai bilamana perjalanan ini...
yakin kan aku...
akan selalu pegang erat tangan ku hingga kita berlabuh...