ibuku

mendengar orang mencaci maki didepan kita, ahh pastinya ingin juga membalas mencacimakinya. setelah itu puaskah? legakah kita dan apa yang kita dapatkan.menahan emasi sungguh seperti mempertahankan sebuah bom yang siap meledak. dan yang pastinya jika sudah meledak tidak ada satupun keuntungan. ibuuuu.... aku tak ingin menangis lagi. aku tak ingin melihat air mata ini. perih ketika mendera menyapa. ingat pada siapa kita. ohh wahai engkau yang merasa. tidak untuk luka keserahkan. tidak untuk derita kubertahan. kuatkah aku berada diantara emgkau dan dia. ahhh, kenapa setiap tulisan hanya cerita hati yang sedang tidak bahagia. semua pasti ada titik terangnya.

No comments:

Post a Comment